Senin, 09 Oktober 2017

ASAS PENGETAHUAN LINGKUNGAN

BAB 1
                                             PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG
                        Kita sebagai manusia harus mengetahui tentang asas-asas pengetahuan lingkungan. tujuannya adalah untuk kita harus mentaati aturan-aturan yang telah berlaku agar lingkungan yang ada di sekitar kita pada khususnya dan lingkungan diseluruhnya pada umumnya tidak terjadi kerusakan. Dalam ilmu lingkungan kita mengenal berbagai macam tentang sumber daya alam, baik itu yang dapat diperbarui atau yang tidak dapat diperbarui. Sumber daya alam tersebut harus di gunakan dengan sebaik-baiknya.Asas di dalam suatu ilmu pada dasarnya merupakan penyamarataan kesimpulan secara umum, yang kemudian digunakan sebagai landasan untuk menguraikan gejala (fenomena) dan situasi yang lebih spesifik. Asas dapat terjadi melalui suatu penggunaan dan pengujian metodologi secara terus menerus dan matang, sehingga diakui kebenarannya oleh ilmuwan secara meluas. Ilmu lingkungan merupakan salah satu ilmu yang mengintegrasikan berbagai ilmu yang mempelajari jasad hidup (termasuk manusia) dengan lingkungannya, antara lain dari aspek sosial, ekonomi, kesehatan, pertanian.

2. TUJUAN
            Tujuan penulisan makalah ini salah satunya untuk memenuhi tugas mata kuliah teori lingkungan. Selain itu juga tujuannya agar dapat mengetahui lebih dalam tentang ekologi, sumber daya alam, serta asas-asas pengetahuan lingkungan.

BAB II
PEMBAHASAN
          Sumber daya alam adalah Semua kekayaan alam (yang terdapat dalam litosfer, hidrosfer dan atmosfer) yang dapat dimanfaatkan bagi kesejahteraan manusia.
          Asas Sumber Daya Alam : semua kekayaan alam yang dapat dimanfaatkan bagi kesejahteraan manusia :
Ø  Asas 1 : Semua energi yang memasuki organisme hidup, populasi atau ekosistem dapat dianggap sebagai energi yang tersimpan atau terlepaskan è ingat Hukum Termodinamika I tentang kekekalan tenaga
Ø  Asas 2 : Tidak ada sistem pengubahan energi yang benar-benar efisien è ingat Hukum Termodinamika II tentang entropi.
Ø  Asas 3 : Materi, energi, ruang, waktu, dan keanekaragaman, semuanya termasuk sumber daya alam. Asas 4 : Untuk semua kategori sumber daya alam, kalau pengadaannya sudah mencapai optimum, pengaruh unit pengadaannya sering menurun dengan penambahan sumber alam itu sampai ke suatu tingkat maksimum.
Ø  Asas 5 : Ada 2 jenis sumber daya alam è sumber alam yang pengadaannya dapat merangsang penggunaan seterusnya, dan yang tak mempunyai daya rangsang penggunaan lebih lanjut.
·         Keanekaragaman : makin beranekaragam makanan hewan, makin kurang bahaya menghadapi perubahan lingkungan.
Ø  Asas 6 : Individu dan spesies yang mempunyai lebih banyak keturunan dari pada saingannya, cenderung berhasil mengalahkan saingannya
Ø  Asas 7: Kemantapan keanekaragaman suatu komunitas lebih tinggi di alam lingkungan yang “mudah diramal” (punya pola keteraturan faktor lingkungan). Lingkungan yang tidak stabil è spesies sedikit; Lingkungan stabil è keaneka-ragaman tinggi
Ø  Asas 8: Sebuah habitat dapat jenuh atau tidak oleh keaneka-ragaman taksonomi.
·         Stabilitas ekosistem :
Ø  Asas 9: Keanekaragaman komunitas apa saja sebanding dengan biomasa dibagi produktivitas.
Ø  Asas 10: Dalam lingkungan stabil perbandingan antara biomasa dengan produktivitas dalam perjalanan waktu naik mencapai asimtoot.
Ø  Asas 11: Sistem yang sudah mantap (dewasa) mengeksploitasi sistem yang belum mantap (muda).
Ø  Asas 12: Kesempurnaan adaptasi suatu sifat atau tabiat bergantung kepada kepentingan relatifnya di dalam keadaan suatu lingkungan. 
·         Populasi :
Ø  Asas 13: Lingkungan yang secara fisik mantap (dewasa) memungkinkan terjadinya keaneka-ragaman biologi dalam ekosistem yang mantap (dewasa), yang kemudian dapat menggalakkan kemantapan populasi. Naik turunnya populasi è ciri ekosistem belum mantap
Ø  Asas 14: Derajat pola keteraturan naik turunnya populasi bergantung pada jumlah keturunan dalam sejarah populasi sebelumnya yang nantinya akan mempengaruhi populasi itu.





BAB II
PENUTUP
·         KESIMPULAN

    Dan dalam asas-asas pengetahuan lingkungan harus kita pelajari karena asas-asas inilah yang menjadi poros disaat kita memanfaatkan sumber daya alam yang ada di bumi kita dan semua kekayaan alam yang dimiliki oleh bumi kita tercinta.


Referensi

1  1)      http://file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/JUR._PEND._BIOLOGI/195408281986122-AMMI_SYULASMI/PEMBELAJARAN_PENGLING/PB5_%28asas-asas_lingkungan%29.pdf




   Hasil gambar untuk asas asas pengetahuan lingkungan


Kondisi Hutan di Indonesia











EKOLOGI DAN ILMU LINGKUNGAN

BAB I
PENDAHULUAN
 
A.      Latar Belakang Masalah
Manusia pada hakikatnya adalah murid-murid alam atau lingkungan, karena alam dan lingkungan mengajari mereka banyak hal. Kehidupan sebagai dinamika yang mengandung pergeseran dan perubahan secara terus-menerus. Oleh karena itu setiap manusia harus mampu menyesuaikan dirinya dengan alam dan lingkungannya, serta sesama makhluk hidup yang merupakan bagian dari alam. Dalam hal ini alam bagi manusia adalah segala-galanya, bukan hanya sebagai tempat lahir, hidup, berkembang, maupun mati. Akan tetapi juga mempunyai makna filosofis tersendiri. Alam adalah guru bagi makhluk yang hidup di dalamnya. Dia dapat mempelajari apa saja yang ada di sekelilingnya. Oleh karena itu lingkungan merupakan laboratorium alam yang sangat baik dan lengkap, namun belum banyak yang menyadari dan memanfaatkannya.
B.       Rumusan Masalah
1)      Apa pengertian Ekologi?
2)      Apa pengertian lingkungan hidup ?
3)      Apa itu ilmu lingkungan ?

C.    Tujuan Penulisan
1)      Untuk mengetahui ekologi
2)      Untuk mengetahui lingkungan hidup
3)      Untuk mengetahui ilmu lingkungan






BAB II
PEMBAHASAN

1        1)      Pengertian ekologi menurut para ahli

1.      Ernst Haeckel (1866)
Ekologi adalah ilmu komprehensif yang mempelajari hubungan antara organisme dan lingkungannya.
2.      Burdon – Sanderson (1893)
Ekologi adalah ilmu yang mempelajari relasi/ hubungan eksternal antara tanaman dan hewan satu sama lain, serta keberadaannya pada masa lampau dan saat ini. Relasi eksternal tersebut untuk membedakan dengan fisiologi (relasi internal) dan morfologi (struktur).
3.      Tansley (1904) (pure science)
Hubungan tanaman dengan lingkungannya dan dengan tanaman lain    dimana secara langsung dipengaruhi oleh perbedaan habitat diantara tanaman (struktur dan fungsi).
4.      Elton (1927) (applied science)
Ilmu yang mempelajari organisme (hewan) dengan kacamata sosiologi dan ekonomi, (bukan dilihat dari struktur dan adaptasi saja).
5.      Andrewartha (1961)
pengetahuan ilmiah mengenai distribusi dan kelimpahan suatu organisme.
6.      Krebs (1972)
memperjelas definisi ekologi: pengetahuan ilmiah mengenai interaksi yang menentukan distribusi dan kelimpahan suatu organisme, (ekologi adalah mengenai dimana organisme ditemukan, berapa jumlahnya dan  mengapa).
7.      Ricklefs (1973)
Dalam buku teksnya mendefinisikan ekologi sebagai ilmu lingkungan alam, terutama mempelajari hubungan mendalam antara organisme dengan lingkungan sekitarnya.

Dari pendapat di atas bisa kita tarik kesmpulan bahwa ekologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara organisme dengan lingkungan nya.



2     2)      Apa pengertian ilmu lingkungan hidup

Ilmu lingkungan adalah bidang akademik multidisipliner yang mengintegrasikan ilmu fisika, biologi, kimia, ekologi, ilmu tanah, geologi, sains atmosfer, dan geografi untuk mempelajari lingkungan, dan solusi dari permasalahan lingkungan. Ilmu lingkungan menyediakan pendekatan interdisipliner yang terintegrasi dan kuantitatif untuk mempelajari sistem lingkungan.
Ilmu lingkungan memulai pembelajaran dan investigasi substantif dan aktif pada tahun 1960an dan 1970an, didorong oleh:
·         kebutuhan pendekatan multidisipliner untuk menganalisis masalah lingkungan yang kompleks.
·         kedatangan hukum terkait lingkungan yang membutuhkan protokol dan investigasi lingkungan
·         tumbuhnya kesadaran masyarakat terhadap aksi nyata dari gerakan yang menyinggung masalah lingkungan

3          3)      Apa itu ilmu lingkungan
Ilmu yang mengkaji tentang tempat dan peranan manusia di antara makhluk hidup dan komponen kehidupan lainnya, dapat juga disebut ekologi terapan. Atau mempelajari bagaimana manusia harus menempatkan dirinya dalam ekosistem atau dalam lingkungan hidupnya.
Ilmu lingkungan diartikan pula sebagai ilmu yang mempelajari hubungan antara jasad hidup (termasuk manusia) dengan lingkungannya dengan melibatkan berbagai disiplin ilmu yang ikut menyusun sintesa terhadap ilmu lingkungan seperti sosiologi, fisika, kimia, geografi, meteorologi, hidrologi, pertanian, kehutanan, kesehatan, masyarakat, dan lain-lain.





BAB III
PENUTUP

A.      Kesimpulan
Ekologi merupakan ilmu pengetahuan tentang hubungan antara organisme dan lingkungannya. Atau ilmu yang mempelajari pengaruh faktor lingkungan terhadap jasad hidup. Ekologi dapat juga dikatakan ekonomi alam yang melakukan transaksi dalam bentuk materi, energi dan informasi. Namun demikian manusia juga tidak dapat terlepas dari kebutuhan materi, energi dan informasi yang terus beredar. Ruang lingkup ekologi meliputi populasi, komunitas, ekosistem, hingga biosfer. ekologi manusia, yaitu ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungan hidupnya. Sedangkan lingkungan hidup adalah segenap faktor dan kondisi fisik, sosial dan budaya yang mempengaruhi eksistensi (keberadaan) serta perkembangan sutu makhluk hidup atau sekumpulan makhluk.


Daftar Pustaka


RISC DAN PIPELINING

A. RISC ( Reduced Instruction Set Computer )           RISC singkatan dari Reduced Instruction Set Computer. Merupakan bagian dari a...