Sabtu, 08 Juli 2017


Assalamualaikum wr.wb 

Disini saya menuliskan puisi tentang keadaan bumi dan apabila apa bumi bisa berkata dan bisa seperti kita mungkin bumi akan mengis.




 KETIKA BUMI MENANGIS

Dahulu. .
Keteduhan menyelimuti
Rindang dedaunan mendayu-dayu
Kicauan lantunan tembang alam
Samar-samar terdengar terbang bersama semilir angin
Gemericik air mengalir tanpa batas
Menyejukkan tiap insan yang memandang
Hati nan tentram seraya meneguk kemurniannya
Tanah subur membentang lebar
Mengepakkan sayap dalam bulir-bulir padi merekah
Manusia-manusia itu tersenyum menggapai tiap helai demi kehidupan

Kini. .
Kegersangan merayap
Menyergap tiap bagian hingga hancur lebur
Keringnya daun menjadi saksi
Betapa kejamnya manusia manusia masa kini
Mengikis sampai dasar potensi potensi dari bumi ini
Tak ada lagi nyanyian mententramkan
Bulir-bulir padi menguncup pasrah

Tahukah kalian mengapa??
Bumi kita sedang menangis
Dia menyaksikan tangan-tangan jahat mengoyak raga
Mencabik lapisan akar
Dia tak kuasa menahan beban
Hingga rasa menyesal menyelimuti

Banjir badang menerjang kota
Longsong mengubur materi manusia
Panas mengikis kulit manusia
Dan. .
Sesuatu mengerikan akan meluluhlantakan hidup manusia

Bumi ini menangis terisak-isak
Tak ingin perlihatkan kegundahan
Tapi beban ini... begitu berat hingga tak kuasa tahankan

ciptaan musa keke 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RISC DAN PIPELINING

A. RISC ( Reduced Instruction Set Computer )           RISC singkatan dari Reduced Instruction Set Computer. Merupakan bagian dari a...