Assalamualikum wr.wb
untuk para pembaca sekalian disini saya akan membuat tulisan tentang Manusia dan Sastra.
untuk para pembaca sekalian disini saya akan membuat tulisan tentang Manusia dan Sastra.
MANUSIA DAN SASTRA
Manusia adalah makhluk Tuhan yang paling sempurna yang
diberi akal dan pikiran untuk berhubungan dengan sekitarnya. Untuk saling
berinteraksi dengan sesama, manusia membutuhkan suatu alat komunikasi, yaitu
bahasa.
Dengan menggunakan bahasa juga, sesama manusia bisa saling
bertukar informasi. Sebagai makhluk hidup yang mempunyai akal dan pikiran,
manusia dapat berfikir mana yang baik dan mana yang buruk, dan juga dapat
memperkaya ilmu pengetahuan.
Di dalam sastra, manusia juga berperan penting dalam
membudayakan sebuah bahasa, dan tidak hanya bahasa saja, tapi sastra lain
seperti drama dan teater. Diperlukan keahlian yang khusus untuk dapat memainkan
peran yang baik menggunakan bahasa yang baik pula. Sastra juga termasuk seni
yang bisa dikembangkan dengan baik oleh manusia yang berkreatif. Tanpa adanya
manusia, sastra pun tidak akan pernah muncul, karena sastra berakar dari
kepribadian seorang manusia itu sendiri.
Semua sektor kehidupan, seluruh aktivitas manusia tak bisa
membebaskan diri dari bahasa. Bahkan olahraga yang jelas-jelas menitikberatkan
pada aktivitas raga, tetap saja membutuhkan bahasa dalam menumbuhkan dan
mengembangkan dirinya. Dengan cakupan yang begitu dahsyat, sastra tidak mungkin
tidak berguna. Demikianlah mahasiswa yang sedang menekuni berbagai jurusan,
akan selalu, suka tak suka berhubungan dengan sastra
Bagaimana dengan puisi dan prosa yang merupakan bagian dari
kesusastraan (baca: sastra yang indah). Apakah puisi dan prosa juga berguna
bagi semua mahasiswa, sehingga bukan saja jurusan bahasa dan sastra tapi juga
jurusan sosial, ekonomi dan eksakta berkepentingan mengkaji sastra? Apa seorang
yang ingin menjadi insinyur, dokter, diplomat, pengusaha, perwira, pemimpin
politik, ahli hukum, negarawan dan ulama, perlu membaca sastra?
Kesusastraan (prosa dan puisi) sesungguhnya terkait dengan
seluruh aspek kehidupan. Hanya saja karena pemaparannya menempuh lajur rekaan
ima
jinasi, sehingga nampak semu. Tapi dalam kesemuannya itu, sastra merefleksikan fenomena hidup beragam dengan mendalam, mengikuti cipta-rasa-karsa penulisnya.
jinasi, sehingga nampak semu. Tapi dalam kesemuannya itu, sastra merefleksikan fenomena hidup beragam dengan mendalam, mengikuti cipta-rasa-karsa penulisnya.
Untuk itu memang diperlukan kesiapan: apresiasi,
interpretasi dan analisis, sehingga dunia rekaan di dalam sastra jelas
kaitannya dengan seluruh aspek kehidupan. Kritik sebagai perangkat penting yang
sesungguhnya berfungsi menunjukkan arti kehadiran sastra, kebetulan sangat
parah di Indonesia, sehingga kehadiran sastra semakin tenggelam hanya sebagai
hiburan.
Keterkaitan antara sastra, manusia, dan masyarakat sangat jelas, Keterkaitan semuanya terdapat di dalam segala aspek. Karena bagaimanapun juga sastra dan kehidupan sama-sama membahas dan membicarakan tentang manusia dan masyarakat. Bagi sastra, masyarakat merupakan faktor terpenting. Sedangkan Masyarakat merupakan objek vital bagi ilmu sosial. Semua hal itu saling mempengaruhi sikap masing-masing. Ketikan sastra telah mengemukakan sesuatu yang benar dalam rekaannya, sedikit banyak akan mempengaruhi sikap sosial dan ketika sosialitas terus berkembang.
Antara sastra dan Perubahan sosial masyarakat tidak ada yang
paling menonjol. Dua hal tersebut saling mendukung. Sastra bisa timbul karena
perubahan sosial masyarakat, bisa juga perubahan sosial yang ada akibat dari
penciptaan sebuah karya sastra.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar